Sosialisasi dan Penerjunan AKSARA HIMATETA Universitas Veteran Bangun Nusantara Tahun 2026 di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen Jono, Tanon, Sragen

Senin, 19 Oktober 2026 – Universitas Veteran Bangun Nusantara melaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Penerjunan AKSARA HIMATETA Tahun 2026 di Balai Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, pada Senin, 19 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal pelaksanaan program pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, serta kelompok masyarakat dalam mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, khususnya pemanfaatan biomassa pertanian dan limbah jagung.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor III Universitas Veteran Bangun Nusantara, Bapak Dr. Djatmiko Hidajat, S.Pd., M.Pd.; Ketua LPPM sekaligus Ketua Tim Pelaksana Dosen AKSARA HIMATETA, Ibu Dr. Ir. Ahimsa Kandi Sariri, S.P., M.Sc.; Dekan Fakultas Pertanian, Bapak Dr. Novian Wely Asmoro, S.TP., M.Sc.; anggota tim dosen pembimbing, Ibu Dr. Catur Suci Purwati, S.P., M.Sc.; serta para ketua program studi, perangkat Desa Jono, perwakilan kelompok tani, ketua RT, anggota PKK, karang taruna, dan tamu undangan lainnya. Kegiatan ini juga diikuti oleh 20 mahasiswa dari lima program studi, yaitu Agribisnis, Teknologi Hasil Pertanian, Peternakan, Geografi, dan Manajemen, dengan Banu Aji Wicaksono sebagai koordinator mahasiswa.

Acara dibuka oleh pembawa acara, Muhammad Bagus Romadon, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Universitas Veteran Bangun Nusantara, pembacaan doa, serta rangkaian sambutan dari perwakilan mahasiswa, pihak universitas, dan pemerintah desa. Kegiatan berikutnya diisi dengan pemaparan materi mengenai pengembangan pakan ternak berbasis fermentasi daun trembesi dan pemanfaatan biomassa pertanian lokal didesa jono kecamatan tanon kabupaten sragen, sesi tanya jawab bersama narasumber, dokumentasi, dan foto bersama.

Dalam sambutan perwakilan mahasiswa, Banu Aji Wicaksono menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Jono dan masyarakat atas sambutan serta dukungan terhadap pelaksanaan program AKSARA HIMATETA. Ia menegaskan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan pengabdian, tetapi juga bertujuan mengembangkan potensi desa agar mampu memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Melalui program AKSARA HIMATETA, mahasiswa berupaya mendorong pemanfaatan sumber daya lokal, antara lain daun trembesi sebagai bahan pakan ternak melalui proses pengolahan dan fermentasi, serta limbah tanaman jagung yang berpotensi dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Program ini diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam pengembangan dan keberlanjutan program setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Wakil Rektor III Universitas Veteran Bangun Nusantara, Bapak Dr. Djatmiko Hidajat, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa program AKSARA HIMATETA merupakan kesempatan penting untuk mengembangkan inovasi melalui kolaborasi lintas disiplin ilmu. Keterlibatan lima program studi dalam satu tim diharapkan mampu menghasilkan pendekatan yang lebih menyeluruh dalam menjawab kebutuhan masyarakat, terutama pada sektor pertanian dan peternakan.

Ia juga menekankan bahwa limbah pertanian tidak seharusnya dipandang semata-mata sebagai bahan yang tidak memiliki nilai ekonomi. Dengan pengolahan yang tepat, bahan sisa pertanian dapat dimanfaatkan menjadi produk yang bermanfaat dan berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat. Salah satu contohnya adalah pemanfaatan biomassa sebagai bahan pakan ternak melalui teknologi pengolahan dan fermentasi.

Dalam pemaparannya, Bapak Djatmiko turut membagikan pengalaman pengembangan pakan ternak berbasis hasil olahan biomassa pada kegiatan sebelumnya. Ia menyampaikan bahwa inovasi tersebut berpotensi mendukung peningkatan produktivitas ternak apabila diterapkan sesuai dengan formulasi, prosedur pengolahan, dan kebutuhan ternak. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari pengenalan bahan baku, proses pengolahan, hingga penerapan hasil inovasi di lapangan. Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dapat terus dimanfaatkan secara mandiri.

Sementara itu, Lurah Desa Jono, Bapak Irawan Agung Prihanto, A.Md., menyambut baik pelaksanaan program AKSARA HIMATETA di wilayahnya. Ia menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan baru sekaligus mengembangkan potensi pertanian dan peternakan yang telah dimiliki desa.

Desa Jono memiliki potensi sumber daya lokal berupa tanaman jagung dan berbagai bahan biomassa pertanian yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Melalui kerja sama dengan mahasiswa dan dosen, potensi tersebut diharapkan dapat diolah menjadi inovasi yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Pemerintah desa juga mendorong mahasiswa untuk menjalin komunikasi dan bekerja sama dengan kelompok tani yang ada di Desa Jono agar proses sosialisasi dan praktik pengolahan dapat dilaksanakan secara lebih luas.

Dalam sambutannya, Lurah Desa Jono turut mengajak kelompok tani, karang taruna, serta unsur masyarakat lainnya untuk berpartisipasi aktif selama pelaksanaan program AKSARA HIMATETA. Ia berharap inovasi yang dikembangkan tidak berhenti pada tahap penelitian atau demonstrasi, tetapi dapat diterapkan dan menjadi salah satu potensi unggulan desa apabila hasilnya sesuai dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Pemaparan materi utama disampaikan oleh Ibu Dr. Ir. Ahimsa Kandi Sariri, S.P., M.Sc., selaku Ketua LPPM dan Ketua Tim Pelaksana Dosen AKSARA HIMATETA. Materi berfokus pada pengembangan pakan ternak berbasis daun trembesi melalui pengolahan menjadi tepung, konsentrat, dan silase. Inovasi tersebut dikembangkan untuk meningkatkan nilai guna biomassa lokal sekaligus menyediakan alternatif bahan pakan yang berpotensi membantu peternak dalam mengelola biaya produksi.

Ibu Ahimsa menjelaskan bahwa daun trembesi dapat dimanfaatkan melalui proses pengolahan tertentu sehingga berpotensi menjadi bahan pakan ternak. Ia memaparkan pengembangan produk konsentrat yang dikenal dengan nama Rainbow Feed serta formulasi pakan lengkap (complete feed) yang mengombinasikan konsentrat, silase, dan bahan hijauan lainnya. Dalam materi yang disampaikan, salah satu formulasi yang direncanakan untuk dikembangkan terdiri atas 50 persen konsentrat berbasis trembesi, 30 persen silase, dan 20 persen bahan hijauan atau biomassa pakan lainnya.

Ia juga menjelaskan bahwa pengolahan daun trembesi memerlukan metode fermentasi dan penggunaan mikroorganisme yang sesuai dengan karakteristik bahan. Berdasarkan hasil penelitian tim, pengembangan silase daun trembesi dilakukan dengan memperhatikan jenis starter, lama fermentasi, serta kualitas hasil pengolahan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengikuti prosedur teknis yang tepat agar bahan pakan yang dihasilkan memenuhi standar pengolahan yang diharapkan.

Selain pemanfaatan daun trembesi, limbah tanaman jagung menjadi salah satu potensi yang dapat dikembangkan dalam program AKSARA HIMATETA. Bagian tanaman jagung yang tidak dimanfaatkan setelah panen berpeluang diolah menjadi bahan baku produk bernilai tambah, termasuk briket berbasis biomassa. Pengembangan tersebut diharapkan dapat mendukung pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih optimal sekaligus membuka peluang kegiatan produktif bagi masyarakat.

Pada sesi tanya jawab, perwakilan masyarakat dan kelompok tani menyampaikan ketertarikan terhadap inovasi yang dipaparkan. Salah satu perwakilan Kelompok Tani Mandiri Terpadu menanyakan cara penggunaan produk Trembofit sebagai bahan campuran pakan, kemungkinan penggunaannya bersama silase, serta akses untuk memperoleh produk tersebut. Pertanyaan ini muncul karena tingginya harga sejumlah bahan pakan tambahan, seperti polar, yang dapat meningkatkan biaya produksi peternakan.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Ibu Ahimsa menjelaskan bahwa ketersediaan produk Trembofit masih terbatas karena kapasitas produksi dan tenaga kerja yang belum memadai. Tim membuka peluang untuk mengenalkan proses peracikan formulasi melalui kegiatan demonstrasi atau pelatihan sehingga masyarakat dapat mempelajari proses pengolahan secara langsung. Ia juga menegaskan bahwa penerapan teknologi fermentasi harus mengikuti karakteristik bahan dan prosedur yang sesuai. Oleh karena itu, masyarakat tidak dianjurkan mengganti jenis starter atau mengubah lama fermentasi tanpa dasar teknis yang memadai.

Perwakilan masyarakat lainnya juga menyampaikan harapan agar materi kegiatan AKSARA HIMATETA dapat dibagikan melalui grup komunikasi warga dan diteruskan kepada para ketua RT di Desa Jono. Selain itu, masyarakat mendorong mahasiswa untuk menjalin koordinasi dengan kelompok tani yang tersebar di desa agar kegiatan praktik dan pendampingan dapat dilaksanakan secara langsung. Masukan tersebut menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk memahami lebih jauh teknologi yang diperkenalkan sekaligus menjajaki penerapannya dalam kegiatan pertanian dan peternakan sehari-hari.

Melalui kegiatan Sosialisasi dan Penerjunan AKSARA HIMATETA Tahun 2026 ini, Universitas Veteran Bangun Nusantara bersama Pemerintah Desa Jono dan masyarakat memulai proses kolaborasi dalam mengembangkan potensi lokal berbasis inovasi. Kegiatan ini diharapkan menjadi fondasi bagi pelaksanaan program selama masa pengabdian mahasiswa melalui sosialisasi, praktik pengolahan biomassa, pendampingan masyarakat, serta evaluasi hasil kegiatan.

Keberhasilan program AKSARA HIMATETA tidak hanya diukur dari terlaksananya rangkaian kegiatan, tetapi juga dari kemampuan masyarakat dalam memahami, menerapkan, dan melanjutkan inovasi yang dikembangkan. Dengan kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, peternak, dan unsur masyarakat lainnya, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pengembangan sektor pertanian dan peternakan di Desa Jono, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ucapan terima kasih dari pembawa acara kepada seluruh narasumber, tamu undangan, dan peserta yang telah berpartisipasi. Acara kemudian diakhiri dengan doa penutup dan sesi dokumentasi bersama sebagai bagian dari pelaksanaan kegiatan Sosialisasi dan Penerjunan AKSARA HIMATETA Universitas Veteran Bangun Nusantara Tahun 2026.

You may also like...