Materi Ke-4 PKKMB UNIVET BANTARA 2026 Bahas AI dan Etika Penggunaan Teknologi Informasi di Perguruan Tinggi

Sukoharjo, 14 September 2026 — Rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET BANTARA) Tahun 2026 kembali menghadirkan materi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan mahasiswa di era digital.
Pada materi ke-4, peserta PKKMB mendapatkan pembekalan mengenai “AI dan Etika Penggunaan Teknologi Informasi di Lingkungan Perguruan Tinggi” yang disampaikan oleh Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd.
Materi tersebut mengangkat perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, termasuk dalam dunia pendidikan tinggi. Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai manfaat AI yang dapat digunakan sebagai teknologi pendukung dalam proses belajar, mengembangkan ide, mencari dan mengolah informasi, membantu menyelesaikan berbagai tugas, serta meningkatkan produktivitas.
Dalam pemaparannya, Dr. Singgih Subiyantoro, M.Pd. juga menekankan bahwa kemudahan yang diberikan AI harus diimbangi dengan etika dalam penggunaannya. Mahasiswa perlu memahami bahwa AI merupakan alat bantu, sehingga penggunaannya tidak boleh menghilangkan proses berpikir kritis, kreativitas, tanggung jawab, dan kejujuran sebagai bagian penting dari kehidupan akademik.
Etika penggunaan AI menjadi hal yang penting bagi mahasiswa, terutama dalam mengerjakan tugas maupun menghasilkan karya akademik. Mahasiswa perlu menggunakan AI secara bijak, melakukan pengecekan kembali terhadap informasi yang diberikan, tidak melakukan plagiarisme, serta tetap mencantumkan sumber dan mengakui penggunaan AI apabila diperlukan sesuai dengan ketentuan akademik yang berlaku.
Selain membahas etika, materi ini juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai berbagai manfaat penggunaan AI secara positif dan produktif. Dengan pemanfaatan yang tepat, AI dapat menjadi partner belajar yang membantu mahasiswa memahami materi, melakukan eksplorasi informasi, menyusun ide, meningkatkan kemampuan menulis, hingga mendukung kreativitas dalam berbagai kegiatan akademik dan nonakademik.
Dr. Singgih juga mengajak mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pengguna teknologi yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Mahasiswa diharapkan mampu membedakan informasi yang benar dan keliru, memahami keterbatasan AI, serta tidak menerima begitu saja setiap informasi yang dihasilkan oleh teknologi.
Pembekalan mengenai AI dan etika penggunaan teknologi informasi ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa baru UNIVET BANTARA menghadapi lingkungan perguruan tinggi yang semakin terdigitalisasi. Pemahaman tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung prestasi akademik sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai integritas, etika, tanggung jawab, dan kejujuran akademik.
Melalui materi ke-4 PKKMB UNIVET BANTARA 2026 ini, mahasiswa baru diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan AI sebagai sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi, bukan sebagai jalan pintas yang mengesampingkan proses pembelajaran.
Dengan bekal literasi AI dan etika penggunaan teknologi yang baik, mahasiswa baru UNIVET BANTARA diharapkan siap menjadi generasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memberikan kontribusi positif bagi lingkungan kampus, masyarakat, dan dunia kerja di masa mendatang.



