UKM Islam Universitas Veteran Bangun Nusantara Gelar Islamic Basic Training

Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Islamic Basic Training (IBT)

Unit Kegiatan Mahasiswa Islam (UKMI) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) kembali menyelenggarakan kegiatan Islamic Basic Training (IBT) pada Kamis-Sabtu, 25-27 Desember 2025, dengan tema “Menjadi Generasi yang Menginspirasi dengan Iman dan Aksi.”IBT bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran keislaman, membangun karakter, serta membekali peserta dengan pemahaman dan sikap berorganisasi yang sehat. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membentuk pribadi yang mampu bekerja sama, peduli terhadap sesama, serta siap berkontribusi secara aktif, baik di lingkungan UKM Islam maupun di tengah masyarakat luas.

Selama tiga hari pelaksanaan, IBT dirancang sebagai proses yang menyeluruh, menghubungkan antara pemahaman, penghayatan, dan praktik nyata. Pada hari pertama, kegiatan IBT dimulai dengan pembukaan resmi di Gedung H lantai 3 Univet Bantara Sukoharjo. Setelah itu, peserta mengikuti rangkaian penyampaian materi yang menjadi pondasi utama dalam berproses.Materi pertama adalah Birokrasi, yang disampaikan oleh Bapak Hamda Kharisma Putra, S.Pd., M.Pd. Materi kedua tentang Urgensi Dakwah Kampus, yang disampaikan oleh Ahmad Ishaq Ahyarul Hakim, CPS., C.MC., dan materi ketiga mengenai Keorganisasian, yang disampaikan oleh Aef Arfian.

Sesi ini menjadi awal untuk menata niat dan menyelaraskan langkah agar setiap peserta memahami bahwa kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari perjalanan menuju pribadi yang lebih baik.Setelah rangkaian materi selesai, seluruh peserta kemudian melanjutkan kegiatan ke Gedung IPHI Jati, RT 03 RW 06, Mulur, Bendosari, Sukoharjo sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan selama tiga hari penuh..

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan salat tahajud, tilawah bersama, dan dilanjutkan dengan simulasi kepanitiaan. Pada tahap ini, peserta diajak untuk belajar mengelola peran, bekerja sama dalam tim, serta menghadapi dinamika yang biasa terjadi dalam sebuah organisasi. Melalui simulasi ini, peserta dilatih untuk memahami bahwa sebuah kegiatan tidak berjalan karena satu orang, melainkan karena kebersamaan yang saling menopang. Setiap tugas, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dikerjakan dengan tanggung jawab dan niat yang lurus.

Proses ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan sikap disiplin, kepedulian, serta kemampuan berkomunikasi, sehingga peserta tidak hanya siap secara teknis, tetapi juga matang secara sikap.

Pada hari ketiga, IBT memasuki tahap yang mempererat ikatan antarpeserta melalui kegiatan outbound. Kegiatan ini menjadi ruang untuk melatih kekompakan, membangun rasa percaya, dan menumbuhkan semangat saling mendukung. Dalam setiap tantangan yang dilalui bersama, peserta belajar bahwa kebersamaan adalah kekuatan, dan perbedaan justru menjadi pelengkap dalam sebuah perjalanan.

Setelah outbound, kegiatan dilanjutkan dengan pengukuhan sebagai penutup yang sarat makna. Pengukuhan bukan hanya sebuah prosesi, melainkan simbol diterimanya setiap peserta sebagai bagian dari keluarga besar UKM Islam. Momen ini menjadi titik awal bagi para peserta untuk melangkah dengan kesadaran baru, membawa nilai iman dalam setiap peran, serta siap berkontribusi dengan hati dan tindakan yang nyata.

You may also like...