Aksi Nyata Tim PPKO HMPM 2026: Gelar Pelatihan Budidaya Maggot Bersama Warga Dusun Klaruan

Aksi Nyata Tim PPKO HMPM 2026: Gelar Pelatihan Budidaya Maggot Bersama Warga Dusun Klaruan

Sukoharjo, 23 Juli 2026 – Komitmen Tim Program Peningkatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) HMPM 2026 dalam mewujudkan program “Green Loop Village” terus berlanjut. Kali ini, sebanyak 16 mahasiswa PPKO turun langsung ke RT 3 RW 14, Dusun Klaruan, Desa Palur untuk menggelar kegiatan sosialisasi dan Pelatihan Budidaya Maggot.

Kegiatan yang berlangsung antusias ini turut dihadiri dan didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Salman, beserta perwakilan dari Perguruan Tinggi (PT). Kehadiran pihak akademisi ini menjadi bentuk dukungan nyata kampus terhadap pemberdayaan masyarakat desa.

Acara diawali dengan sesi diskusi interaktif bersama warga setempat mengenai permasalahan sampah organik rumah tangga. Tim mahasiswa mengajak warga berdialog tentang dampak sisa makanan yang seringkali hanya dibuang dan menimbulkan bau tak sedap. Dari keresahan tersebut, tim kemudian memperkenalkan solusi cerdas bernilai ekonomi, yakni budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly).

Setelah pemahaman konsep terbangun, kegiatan dilanjutkan dengan sesi inti yang tak kalah menarik: demonstrasi praktik langsung! Pada tahap pengenalan ini, tim mahasiswa PPKO HMPM mempraktikkan langsung tahapan pembuatan biopond (bak/kandang budidaya) maggot di hadapan warga.

Mahasiswa memperagakan langkah demi langkah dengan telaten. Warga diajak mengamati secara dekat cara meracik media penetasan yang pas, teknik memberikan pakan dari sampah organik dapur, hingga penjelasan visual mengenai perawatan harian agar maggot tumbuh sehat, tidak berbau, dan siap panen. Meski warga baru sebatas tahap observasi dan belum terjun langsung memegang maggot, antusiasme mereka sangat terasa. Hal ini terlihat dari fokusnya warga memperhatikan setiap proses dan interaksi tanya jawab yang hidup selama demonstrasi berlangsung.

Perhatian penuh warga dalam sesi demonstrasi ini menjadi sinyal awal yang sangat positif. Melalui pelatihan pengenalan ini, harapannya warga Dusun Klaruan mulai memiliki gambaran nyata tentang cara mengolah sampah organik rumah tangganya secara mandiri, sekaligus terinspirasi akan peluang ekonomi baru dari hasil panen maggot untuk menekan biaya pakan ternak.

Sebagai wujud aksi nyata, di akhir sesi demonstrasi, tim mahasiswa tidak pulang begitu saja. Tim meninggalkan satu unit bak (biopond) yang sudah diisi dengan media perintis dan telur maggot khusus untuk warga RT 3. Dalam beberapa hari ke depan, telur-telur tersebut akan menetas, sehingga warga bisa langsung mempraktikkan cara merawat dan membudidayakan maggot secara mandiri berbekal ilmu yang baru saja didemonstrasikan.

 

You may also like...