Kenali, Cegah, dan Lawan Kekerasan: PPKPT Jadi Materi Penting PKKMB UNIVET BANTARA

Sukoharjo, 15 September 2026 — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Veteran Bangun Nusantara (UNIVET BANTARA) hari kedua berlanjut dengan materi mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT). Materi tersebut disampaikan oleh Dr. Billdy Saputro, M.Pd., Kons., dengan mengangkat pentingnya pemahaman mahasiswa terhadap berbagai bentuk kekerasan serta upaya menciptakan lingkungan kampus yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
Dalam penyampaiannya, Dr. Billdy mengajak mahasiswa baru untuk terlebih dahulu mengenali berbagai bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan pendidikan. Kekerasan tidak selalu hadir dalam bentuk tindakan fisik, tetapi dapat muncul dalam berbagai bentuk yang berpotensi memberikan dampak terhadap korban.
Mahasiswa juga diberikan pemahaman bahwa dampak kekerasan sering kali tidak terlihat secara langsung. Luka atau dampak fisik mungkin dapat dengan mudah dikenali, tetapi dampak psikologis dan sosial yang dialami korban terkadang tidak tampak dari luar. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kepedulian dan kepekaan terhadap kondisi orang-orang di sekitarnya.
Dalam materi tersebut, Dr. Billdy turut menjelaskan mengenai pentingnya alat bukti dalam proses penanganan kekerasan. Dua hal yang menjadi perhatian antara lain saksi dan bukti fisik. Pemahaman mengenai bukti ini diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami bahwa setiap laporan mengenai dugaan kekerasan perlu ditangani secara serius dan berdasarkan informasi maupun bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Selain mengenali bentuk dan dampak kekerasan, mahasiswa juga diajak memahami berbagai peran yang dapat muncul dalam suatu peristiwa kekerasan. Kekerasan tidak hanya berkaitan dengan pelaku dan korban, tetapi terdapat pula pihak-pihak lain yang dapat memiliki peran dalam suatu kejadian. Pemahaman ini penting agar mahasiswa mampu bersikap tepat ketika menyaksikan, mengetahui, atau berada dalam situasi yang berpotensi mengarah pada kekerasan.
Materi kemudian diarahkan pada aspek pencegahan kekerasan. Dr. Billdy mendorong mahasiswa untuk berperan aktif dalam menciptakan budaya kampus yang saling menghormati, menghargai batasan orang lain, menjaga komunikasi yang sehat, serta tidak membiarkan tindakan kekerasan terjadi di lingkungan sekitar.
Melalui materi PPKPT ini, mahasiswa baru UNIVET BANTARA diharapkan tidak hanya mampu mengenali bentuk-bentuk kekerasan, tetapi juga memahami dampaknya, mengetahui pentingnya saksi dan bukti dalam penanganan kasus, serta mampu mengambil peran dalam upaya pencegahan.
Pembekalan tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian PKKMB UNIVET BANTARA untuk membangun kesadaran mahasiswa sejak awal mengenai pentingnya menciptakan lingkungan perguruan tinggi yang aman, inklusif, saling menghargai, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.



